Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Hal Penting Sebelum Mempersiapkan Dana Darurat

Tahukan Sobat Singa? Dana darurat merupakan dana terpisah yang tak boleh kita lupa sisihkan tiap bulan dari penghasilan kita. 

Sebab dana ini, akan dipergunakan untuk keadaan yang benar-benar darurat seperti sakit,  pemutusan hubungan kerja (PHK), bencana alam atau musibah lainnya diluar kendali kita.

Namun sayangnya, tingkat kesadaran masyarakat Indonesia untuk memiliki dana darurat masih sangat rendah.

Cara mempersiapkan dana darurat

Berdasarkan survei yang dikeluarkan Nielsen, hanya 16 persen responden yang memilikinya. Sedangkan survei yang dilakukan Lifepal mengungkap 90,7 persen orang Indonesia tidak memiliki dana darurat.

Coba bayangkan bagaimana jadinya jika kamu dalam keadaan darurat tapi tidak ada tabungan sama sekali. Pasti akan bingung bukan ?

Nah, agar tidak bingung untuk mempersiapkan dana darurat. Berikut 5 langkah yang harus kamu lakukan :

  1. Hitung besaran pengeluaran rutin dan wajib tiap bulan

Jumlah menabung ideal untuk dana darurat bagi setiap orang berbeda-beda. Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah menghitung pengeluaran rutin yang wajib yang harus dibayarkan setiap bulan. 

Lalu, apakah cash flow atau arus kas kamu setiap bulan positif (ada sisa) atau tidak ? 

  1. Kebutuhan Setiap Orang Berbeda 

Setelah  mengetahui cash flow, coba cek kembali adakah tanggungan yang harus kamu tanggung setiap bulan?

Bagi kamu yang single, kamu bisa menyiapkan kira-kira 3 bulan pendapatan atau pengeluaran rutin.

Sedangkan bagi  yang sudah berkeluarga, dengan dua tanggungan bisa menyiapkan 6 hingga 9 bulan pendapatan atau pengeluaran rutin bulanan. 

Ingat semakin banyak yang kamu tanggung, semakin besar dana darurat yang harus kamu persiapan.

  1. Jika Memiliki Hutang

Coba cek kembali apakah kamu memiliki hutang ? Jika kamu memilki hutang konsumtif, sebaiknya harus dilunasi terlebih dahulu.

Sedangkan, jika kamu memiliki hutang yang bersifat produktif pastikan jumlahnya tidak lebih dari 30 persen penghasilan kamu.

  1. Simpan Secara Terpisah

Buatlah tabungan secara terpisah yang di khususkan untuk menyimpan dana darurat. Jika ingin menyimpan sebagian dana darurat dalam bentuk investasi pastikan produk investasi yang kamu gunakan bersifat likuid, mudah diakses dan aman.

Beberapa instrumen investasi yang cocok untuk menyimpan dana darurat seperti reksadana pasar uang, deposito dan emas. 

  1. Ajukan Pinjaman untuk dana darurat 

Jika ingin mengajukan pinjaman untuk  meminjam secara online, pastikan kamu memiliki kemampuan untuk membayar dan gunakan dana tersebut sebaik-baiknya memang untuk kebutuhan darurat bukan kebutuhan konsumtif semata.

Untuk meminjam secara online, kamu bisa pilih tenor yang tidak terlalu singkat dan juga tidak terlalu panjang misalnya 60-90 hari sehingga kamu masih memiliki jeda untuk menyelesaikan pinjaman tanpa harus mengganggu cashflow. 

Pastikan juga pinjaman online yang kamu gunakan sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Sebab dana ini, akan dipergunakan untuk keadaan yang benar-benar darurat seperti sakit,  pemutusan hubungan kerja (PHK), bencana alam atau musibah lainnya diluar kendali kita.

Namun sayangnya, tingkat kesadaran masyarakat Indonesia untuk memiliki dana darurat masih sangat rendah.

Berdasarkan survei yang dikeluarkan Nielsen, hanya 16 persen responden yang memilikinya. Sedangkan survei yang dilakukan Lifepal mengungkap 90,7 persen orang Indonesia tidak memiliki dana darurat.

Coba bayangkan bagaimana jadinya jika kamu dalam keadaan darurat tapi tidak ada tabungan sama sekali. Pasti akan bingung bukan ?

Nah, agar tidak bingung untuk mempersiapkan dana darurat. Berikut 5 langkah yang harus kamu lakukan :

  1. Hitung besaran pengeluaran rutin dan wajib tiap bulan

Jumlah menabung ideal untuk dana darurat bagi setiap orang berbeda-beda. Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah menghitung pengeluaran rutin yang wajib yang harus dibayarkan setiap bulan. 

Lalu, apakah cash flow atau arus kas kamu setiap bulan positif (ada sisa) atau tidak ? 

  1. Kebutuhan Setiap Orang Berbeda 

Setelah  mengetahui cash flow, coba cek kembali adakah tanggungan yang harus kamu tanggung setiap bulan?

Bagi kamu yang single, kamu bisa menyiapkan kira-kira 3 bulan pendapatan atau pengeluaran rutin.

Sedangkan bagi  yang sudah berkeluarga, dengan dua tanggungan bisa menyiapkan 6 hingga 9 bulan pendapatan atau pengeluaran rutin bulanan. 

Ingat semakin banyak yang kamu tanggung, semakin besar dana darurat yang harus kamu persiapan.

  1. Jika Memiliki Hutang

Coba cek kembali apakah kamu memiliki hutang ? Jika kamu memilki hutang konsumtif, sebaiknya harus dilunasi terlebih dahulu.

Sedangkan, jika kamu memiliki hutang yang bersifat produktif pastikan jumlahnya tidak lebih dari 30 persen penghasilan kamu.

  1. Simpan Secara Terpisah

Buatlah tabungan secara terpisah yang di khususkan untuk menyimpan dana darurat. Jika ingin menyimpan sebagian dana darurat dalam bentuk investasi pastikan produk investasi yang kamu gunakan bersifat likuid, mudah diakses dan aman.

Beberapa instrumen investasi yang cocok untuk menyimpan dana darurat seperti reksadana pasar uang, deposito dan emas. 

  1. Ajukan Pinjaman untuk dana darurat 

Jika ingin mengajukan pinjaman untuk  meminjam secara online, pastikan kamu memiliki kemampuan untuk membayar dan gunakan dana tersebut sebaik-baiknya memang untuk kebutuhan darurat bukan kebutuhan konsumtif semata.

Untuk meminjam secara online, kamu bisa pilih tenor yang tidak terlalu singkat dan juga tidak terlalu panjang misalnya 60-90 hari sehingga kamu masih memiliki jeda untuk menyelesaikan pinjaman tanpa harus mengganggu cashflow. 

Pastikan juga pinjaman online yang kamu gunakan sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Posting Komentar untuk "5 Hal Penting Sebelum Mempersiapkan Dana Darurat"